fbpx
Featured

Manfaat Retinoic Acid untuk Mengatasi Jerawat!

Saat mendengar skin care atau produk perawatan kulit yang berperan terhadap jerawat atau menyamarkan tanda penuaan pasti kamu akan mendengar dua bahan yaitu retinol dan juga retinoic. Memang keduanya ini memiliki fungsi yang sama namun kedua bahan ini memiliki perbedaan.

Apa Retinoic Itu?

Retinoic ini sangat terkenal di kalangan dokter kulit dan kelamin di Indonesia. Senyawa kimia merupakan kelompok turunan vitamin A yang mana memiliki bahan aktif kandungan di dalam berbagai macam produk perawatan kulit. Tugas dan fungsi dari retinoic ini sendiri adalah mengatur pertukaran sel kulit dan juga lapisan kulit paling atas. Retinoic ini akan merangsang sel kulit yang baru, sel itu akan tumbuh, kemudian berganti dan mati.

Sebelum digunakan untuk jerawat, retinoic acid terkenal sebagai senyawa yang bisa digunakan untuk menyamarkan penuaan kulit. Ia akan menghambat proses pemecahan kolagen dan juga menebalkan lapisan kulit yang mana lebih dalam agar tanda penuaan tidak muncul.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Jerawat dengan Mudah

Pemakaian retinoic acid untuk jerawat ini digunakan pada tahun 1971. Barulah setelah itu retinoic ini sangat disukai dalam dunia skin care untuk mengatasi berbagai macam masalah kulit. Bahan beberapa krim retinoic super harus menggunakan resep dokter. Cream tersebut juga tidak dijual bebas.

Cara Penggunaan Retinoic untuk Jerawat

Sudah banyak yang mengenal retinoic acid ini untuk penggunaan jerawat namun hanya sedikit saja yang tahu bagaimana cara penggunaannya untuk mengatasi jerawat. Berikut ini adalah cara penggunaannya yang tepat:

  • Bersihkan wajah kamu terlebih dahulu, disarankan untuk melakukan double cleansing.
  • Setelah itu kamu bisa menggunakan semua rangkaian produk perawatan kecantikan kamu yang bisa digunakan.
  • Tunggu selama 15 menit.
  • Oleskan krim mengandung retinoic acid secara tipis sebelum tidur. Bagi yang berjerawat bisa ditempelkan ke jerawat.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Purging

Retinoic acid ini lebih efektif digunakan saat malam hari. Hal itu karena jika digunakan siang hari tidak akan efektif.  Retinoic acid ini tidak bisa digunakan oleh kamu yang memiliki alergi vitamin A, selain itu bagi yang memiliki riwayat diabetes melitus, kolesterol tinggi, fungsi hati dan juga ginjal penggunaannya harus hati-hati. Selain itu juga tidak bisa digunakan dalam luka yang terbuka. Dalam pemakaiannya retinoic acid ini tidak boleh dicampurkan dengan penggunaan AHA dan juga benzoil peroksida.

Manfaat Retinoic Acid untuk Wajah

Bagi penyuka skin care mungkin sudah banyak yang sudah tahu manfaat dari retinoic acid ini. Tapi bagi yang masih awam, mereka belum mengenal retinoic acid dan juga manfaatnya lebih jauh. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari retinoic acid:

1. Mengatasi Kerutan maupun Penuaan

Manfaat pertama yang bisa kamu dapatkan dari retinoic acid ini adalah mengatasi kerutan. Kerutan ini yang paling ditakuti oleh wanita dan juga pria. Saat kerutan sudah muncul tandanya usia sudah tidak muda lagi.

Karena kondisi saat ini begitu ekstrim, tidak jarang banyak yang mengalami penuaan dini dimana masih berusia 35 tahunan sudah mengeluhkan lipatan mata kendur, kerutan di sekitar kelopak mata dan sebagainya.

Jika kerutan sudah muncul maka hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengatasinya atau menyamarkannya. Kamu bisa menggunakan retinoic acid ini untuk bisa merangsang sel-sel kulit baru. Di atas usia 35 tahun regenerasi kulit melambat sehingga dengan retinoic acid regenerasi sel kulit kamu menjadi lebih cepat.

Nyatanya, retinoic acid ini juga bermanfaat dalam merangsang pemecahan kolagen sehingga mampu menebalkan lapisan kulit sehingga mencegah tanda-tanda penuaan terjadi. Retinoic acid juga sangat bermanfaat dalam mengatasi hiperpigmentasi yang sering diakibatkan oleh pertambahan usia. Hiperpigmentasi sering diakibatkan oleh bintik hitam dan retinoic acid bisa menghilangkannya.

2. Ampuh Mengatasi Jerawat

Retinoic acid ini juga sangat ampuh dalam mengatasi jerawat. Obat atau senyawa ini mampu mengatasi jerawat ringan sampai parah. Senyawa ini mampu membuka penyumbatan pori-pori sehingga bisa menyerap zat lain dengan baik sehingga manfaatnya akan jauh lebih optimal. Pemakaian skin care yang kurang optimal ini juga bisa disebabkan oleh pori yang tersumbat sehingga dengan retinoic acid ini pori-pori terbuka dan siap menyerap semua zat yang dioleskan ke permukaan kulit kamu.

Gunakan Krim mySkin untuk Atasi Masalah Kulit Kamu

Kamu yang sering mengalami masalah jerawat, komedo, mencegah dan mengatasi penuaan, mendambakan kulit cerah dan mulus bisa menggunakan Macneficent Cream dari mySkin. Cream mySkin mengandung retinoic acid yang terbukti mampu mengatasi berbagai macam masalah kulit kamu secara optimal.

Coba Konsultasi dengan Dokter

Konsultasi gratis untuk mengetahui masalah kulit wajah jamu

Untuk mendapatkan cream ini harus dengan konsultasi dokter terlebih dahulu, agar dokter bisa mengetahui kondisi kulitmu. Dokter juga bisa memberikan resep cream mengandung retinoic acid dengan dosis sesuai dengan kebutuhan sehingga sangat aman untuk kamu gunakan.

Untuk mendapatkan cream dari mySkin, kamu bisa selfie dan juga menjawab beberapa pertanyaan tentang kulit kamu di website mySkin. Dengan hal ini bisa membantu dokter kulit untuk memberikan rekomendasi cream yang tepat untuk kulit kamu.

Demikianlah informasi menarik untuk mengenal retinoic acid yang sangat ampuh dalam mengatasi jerawat dan berbagai macam masalah kulit lainnya, kamu bisa menghubungi website mySkin atau menghubungi kontak untuk mendapatkan cream dari mySkin ini, hubungi sekarang dan rasakanlah manfaatnya.

Featured

Tingginya Stress Salah Satu Penyebab Jerawat Pada Wanita

Bagi seorang wanita hadirnya jerawat di kulit wajah bisa menjadi masalah yang serius dan menurunkan kepercayaan diri. Bagaimanapun kulit merupakan bagian yang sangat penting bagi kaum hawa dan harus selalu terlihat sempurna.

Walaupun biasanya jerawat lebih sering muncul pada remaja putri usia belasan namun faktanya masih banyak wanita dewasa di atas 20 tahun yang mengalaminya. Penyebab jerawat pada wanita bisa dipengaruhi psikologis. Contohnya tingginya tingkat stres.

Stress Menyebabkan Jerawat Pada Wanita

Faktor peningkatan stres berhubungan dengan peningkatan keparahan jerawat, Terutama akibat panas dan kelembaban udara. Pengaruh dari panas dan tingkat kelembaban dapat membuat bakteri berkembang sehingga jerawat makin meradang. Kondisi ini yang bisa memicu jerawat ringan hingga berat.

Berdasarkan infografis diatas maka bisa disimpulkan memang ada kaitan antara tingkat stres yang dialami wanita dengan munculnya jerawat di wajah. Kondisi tersebut diperburuk oleh faktor cuaca panas & tingkat kelembapan udara yang bisa mengakibatkan bakteri penyebab jerawat berkembang dan meningkatkan peradangan.

Metodologi

Mengutip berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal “Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology”. Penelitian dilakukan di fakultas kedokteran Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi.

Melibatkan responden wanita sebanyak 144 berusia 22 hingga 24 tahun. Mereka diminta mengisi kuisioner yang akan digunakan untuk meneliti seberapa besar tingkat stres dan hubungannya dengan keparahan jerawat yang dialaminya.

Featured

Mengenal Apa itu Purging. Berapa Lama Prosesnya?

Purging ditandai dengan munculnya jerawat, pengelupasan kulit dan kulit terasa kering. Bagi sebagian orang, keadaan ini sangat menakutkan. Padahal, purging biasa terjadi saat mereka beralih menggunakan produk skincare atau krim wajah baru.

Apa itu Purging

apa itu purging
Happyknits

Purging adalah proses pembersihan sel kulit mati pada wajah sebagai reaksi dari penggunaan produk skincare baru. Pada saat wajah melakukan penyesuaian, zat berupa minyak pada wajah akan muncul terlebih dahulu. Minyak ini dapat menyumbat pori-pori sehingga akan menimbulkan jerawat.

Ciri-ciri purging pada masing-masing orang bisa berbeda-beda. Mulai dari kemunculan komedo terbuka atau blackhead, komedo tertutup atau whitehead, jerawat papula, jerawat pustula, hingga jerawat batu. Biasanya akan terasa nyeri saat disentuh. Selain kemunculan jerawat, purging juga ditandai dengan terjadinya pengelupasan kulit wajah dan kulit wajah terasa kering.

Setelah wajah mengalami proses purging, maka sel kulit wajah baru yang lebih sehat akan muncul ke permukaan dan kulit wajah tampak lebih bersih. Walau kadang bikin sebal dengan kemunculan jerawat purging tersebut, hasil akhirnya cenderung akan membuat anda puas dan gembira.

Penyebab Purging

Penyebab purging karena bahan-bahan kandungan aktif tersebut berfungsi untuk meregenerasi sel kulit wajah, atau pembersihan sel kulit mati untuk digantikan oleh sel kulit wajah baru yang kebih sehat.

Bahan-bahan itu antara lain adalah retinoid, alpha hydroxyl acid/ AHA dan beta hydroxyl acid/ BHA. Kandungan bahan aktif lainnya seperti benzoil peroksida, lactic acid, tazarotene dan vitamin C.

Bukan hanya kandungan aktif tersebut, beberapa prosedur medis, seperti chemical peeling dan tindakan laser juga bisa menimbulkan reaksi purging.

Berapa Lama Proses Purging?

Secara umum purging dapat terjadi selama 2 – 6 minggu, dan beberapa kasus lainnya bisa mengalami masa purging hingga 3 bulan. Apabila sudah melebihi masa 3 bulan, kamu patut mempertimbangkan bahwa itu merupakan suatu breakout. Dan kamu harus segera menghentikannya.

Lamanya proses purging bersifat individual, bahkan tidak semua orang akan mengalami proses purging. Hal ini disebabkan oleh beberapa individu mengalami reaksi terhadap salah satu atau beberapa komposisi kandungan bahan aktif pada produk skincare atau krim wajah.

Dalam kondisi ini, sebaiknya kamu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, terutama bila masa purging sudah mencapai 6 bulan. Kemungkinan produk skincare atau krim wajah yang anda gunakan tidak cocok bagi kulit wajah anda dan sebaiknya anda tidak perlu memaksakan diri untuk terus menggunakan produk tersebut.

Kandungan Bahan Aktif Penyebab Purging

Kandungan bahan aktif pada produk skincare atau krim wajah memiliki manfaat yang berbeda untuk kulit. Beberapa di antaranya juga berpotensi membuat kulit semakin parah sebelum akhrinya membaik seperti yang anda alami pada masa purging. Namun, tidak semua kandungan bahan aktif menyebabkan purging, ada beberapa kandungan tertentu yang ternyata dapat memicu terjadnya purging.

Kandungan bahan aktif yang menyebabkan terjadinya purging adalah kandungan yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan mempercepat penggantian sel kulit wajah. Beberapa kandungan itu anatara lain, Alpha Hydroxyl Acid/ AHA dan Beta Hydroxyl Acid/ BHA, vitamin C, retinoid, dan benzoyl peroxide.

AHA dan BHA merupakan kandungan umum yang ditemukan pada berbagai produk exfoliator. AHA berfungsi untuk membersihkan komedo tertutup atau whitehead dan BHA bermanfaat untuk membersihkan komedo terbuka atau blackhead.

Vitamin C sering ditemukan di dalam serum dan memiliki manfaat untuk menghilangkan tanda-tanda penuaan serta memudarkan noda hitam. Sedangkan benzoyl peroxide biasa digunakan dalam skincare atau krim wajah untuk kulit berjerawat. Persamaan dari semua kandungan ini bersifat asam (acid) dan bisa mendorong terjadinya pergantian sel kulit mati menjadi sel kulit wajah baru yang lebih sehat.

Ada Beberapa Hal Yang Perlu Kamu Ketahui:

1. Gunakan Produk Skincare Secara Bertahap

Purging terjadi pada fase awal penggunaan skincare. Karena itu, aplikasikan produk secara bertahap, sedikit demi sedikit untuk meminimalisir terjadinya purging, terutama pada produk skincare dengan kandungan aktif retinoid dan zat eksfoliasi seperti yang akan dijelaskan di bawah.

2. Jangan Menyentuh atau Memencet Jerawat

Hindarilah kebiasaan menyentuh atau memencet jerawat karena hal ini dapat memperparah kondisi jerawat sehingga membuat proses purging berlangsung semakin lama.

3. Oleskan Sunscreen atau Tabir Surya

Sunscreen bila digunakan secara rutin dapat mempercepat proses purging. Terutama bagi anda yang selalu beraktivitas di luar ruangan. Sunscreen atau tabir surya dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, anda harus memilih sunscreen yang tidak mengandung minyak serta berlabel noncomedogenic atau tidak rentan menyumbat pori-pori.

4. Hindari Skincare yang Dapat Mengelupas Kulit

Cara mempercepat proses purging adalah dengan menghindari penggunaan produk skincare atau krim wajah yang dapat mengelupas kulit. Kondisi ini dapat memperburuk kulit yang sedang mengalami regenerasi atau pergantian sel kulit. Skincare yang dapat mengelupas kulit biasanya mengandung asam salisilat dan benzoil peroksida.

Featured

Niacinamide, Bahan Ajaib Yang Akan Membuat Kulit Tampak Bersinar!

Niacinamide Salah satu bahan yang seringkali ada di dalam skincare dapat membantu banyak sekali orang yang memiliki permasalah pada kulit, terutama pada bagian wajah seperti beruntusan, jerawat, warna kulit tidak merata, dan masih banyak lagi lainnya.

Manfaat Niacinamide Untuk Wajah

Manfaat niacinamide untuk kesehatan kulit wajan bisa Kamu dapatkan bisa digunakan secara rutin dan tentunya sesuai anjuran dokter kulit.

Beberapa manfaat niacinamide adalah sebagai berikut:

1. Mengecilkan Pori-pori

Memiliki wajah dengan pori-pori yang terlihat samar sudah menjadi harapan setiap wanita sejak dulu. Produk dengan bahan niacinamide mampu menjaga kulit tetap lembab dan halus sehingga akan membantu mengecilkan pori-pori secara alami sehingga tampak samar.

2. Mengatasi Kemerahan dan Bercak Hitam

Dapat mengatasi kemerahan karena eksim, jerawat, hingga kondisi kulit inflamasi lainnya berkat kandungannya yang mampu mengurangi adanya peradangan.

3. Mengontrol Minyak

Selain cocok untuk kulit kering, produk dengan bahan unggulan ini juga sangat cocok untuk kulit berminyak sehingga tidak akan memproduksi minyak yang berlebih dan akan mendapatkan tingkat kelembapan yang sesuai.

4. Melindungi Kulit Dari Paparan Sinar Matahari

Dapat meregenerasi sel kulit mati sekaligus melindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar ultraviolet dan paparan sinar matahari. Hal ini akan sangat berguna bagi kamu yang memiliki aktivitas diluar ruangan setiap harinya.

5. Sebagai Anti Aging

Membantu mengurangi beberapa tanda kerusakan seperti tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan yang disebabkan oleh sinar matahari.

6. Mengobati Hiperpigmentasi

Bintik hitam yang ada di bagian tubuh terutama bagian wajah tentu akan sangat mengganggu dan butuh waktu yang cukup lama untuk mengatasinya. Dengan kandungan yang ada, produksi kolagen pada kulit bisa meningkat sehingga mampu mengatasi dan mengobati hiperpigmentasi pada kulit.

7. Mengatasi Jerawat

Dapat membantu mengatasi permasalahan jerawat mulai dari yang ringan hingga parah, terutama pada permasalahan jerawat yang sudah dalam bentuk peradangan seperti papula dan pustula. Jerawat akan kempes dengan sendirinya, dan pergerakan melanin pada bagian epidermis kulit bisa diperlambat.

8. Menjaga Kekebalan Kulit

Mampu membantu membangun keratin, yaitu sejenis protein yang bisa menjaga kulit agar tetap kencang dan sehat sehingga terhindar dari permasalahan atau penyakit kulit.

9. Melindungi Dari Stress Oksidatif

Mampu membangun sel-sel di dalam kulit dan melindunginya dari tekanan lingkungan seperti efek sinar matahari yang berbahaya dan polusi udara.

10. Mencegah Kanker Kulit

Penggunaan secara rutin disertai dengan mengonsumsi suplemen dapat mencegah risiko dari penyakit kanker kulit.

11. Mengurangi Produksi Sebum

Sebum yang merupakan salah satu penyebab munculnya jerawat. Dengan penggunaan niacinamide mampu mengurangi produksi sebum yang ada pada kulit berminyak.

Kandungan Niacinamide

Niacinamide adalah salah satu bentuk dari vitamin B3 yang bisa kamu dapatkan dengan mengkonsumsi ikan salmon, daging ayam,telur, sayuran hijau, dan biji-bijian. Namun, penggunaan niacinamide akan berfungsi jauh lebih efektif digunakan dengan cara topical atau dioleskan secara langsung ke kulit wajah. Itu sebabnya, kenapa banyak sekali produk skincare dengan kandungan ini.

Penggunaan niacinamide secara topical tidak menimbulkan efek yang begitu mengiritasi. Hal inilah yang membuat bahan ini menjadi pilihan yang paling tepatbagi kamu yang memiliki kulit sensitif atau kering. 

Penggunaan niacinamide bisa memberikan efek menstabilkan fungsi pelindung kulit sehingga dapat membantu meningkatkan kelembaban dan mencegah adanya kerutan. Selain itu, bahan ini juga bisa membantu untuk mengurangi tampilan hiperpigmentasi.

Itu dia ke-11 manfaat dari penggunaan niacinamide untuk wajah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan produk yang sudah terpercaya sehingga akan terhindar dari efek samping yang mungkin bisa terjadi. Penggunaan skincare biasanya akan mulai kamu rasakan mulai dari 4 hingga 8 minggu penggunaan. Jangan terlalu cepat memutuskan suatu produk skincare jelek atau bagus jika belum melewati masa itu yaa!

Jarang Keramas Dapat Sebabkan Jerawat

Selain bisa muncul ketombe pada rambut, jarang keramas ternyata juga dapat menyebabkan munculnya jerawat pada wajah.

Timbulnya jerawat pada wajah sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor seperti penggunaan skincare yang tidak cocok atau memang karena kebiasaan buruk seseorang.

Keringat pada kulit dan rambut yang jika kita biarkan tentunya akan menimbulkan masalah kesehatan kulit seperti timbulnya jerawat.

Untuk mencegah timbulnya jerawat, kita perlu melakukan beberapa perawatan rutin yang bisa dengan mudah dilakukan tanpa perlu menghabiskan biaya tinggi.

Seberapa Sering Kita Harus Keramas ?

Keramas atau cuci rambut merupakan suatu perawatan yang penting agar kesehatan kulit terutama di kepala bisa selalu bersih dan sehat.

Apabila kamu bertanya-tanya berapa kali waktu yang tepat untuk keramas ? Jawabannya bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi rambut maupun aktivitas harian yang dilakukan oleh orang itu sendiri.

Supaya bisa mengetahui dengan pasti berapa kali rambut anda harus keramas, mari kita pelajari dahulu cara kerja shampo ketika digunakan untuk keramas.

Memahami Cara Kerja Shampo Untuk Keramas

Ketika ingin membersihkan rambut, kita tidak bisa membasahi nya hanya dengan air biasa saja. Minyak yang ada pada rambut pastinya masih tetap ada sehingga masih belum bersih meskipun sudah dibilas dengan air yang banyak sekalipun.

Untuk itulah kita membutuhkan kehadiran shampo agar bisa membantu menghilangkan minyak pada rambut dan kulit yang ada di kepala.

Sebaliknya jika kita keramas terlalu sering (saat kondisi rambut sudah bebas minyak), maka yang terjadi adalah rambut akan menjadi kering dan bahkan bisa cepat rontok.

Perlu anda ketahui bahwa rambut di kepala secara alami tetap akan mengeluarkan minyak yang dikenal dengan istilah sebum.

Jika terlalu sering keramas dengan shampo maka minyak alami ini akan selalu terbuang yang menyebabkan kondisi rambut menjadi terlalu kering.

Karena itulah untuk menentukan berapa kali waktu keramas yang tepat dapat kita lihat dari kondisi rambut itu sendiri.

Cara Mengetahui Waktu Keramas yang Tepat

Setiap orang tentunya memiliki jenis dan panjang rambut yang berbeda-beda. Belum lagi aktivitas fisik yang menyebabkan meningkatnya keringat juga berbeda-beda.

Karena itulah waktu keramas setiap orang juga dapat berbeda-beda. Meskipun demikian pada umumnya orang membutuhkan waktu keramas sekitar dua hingga tiga hari sekali.

Pada kondisi tertentu bahkan bisa lebih sering, seperti habis melakukan olahraga atau melakukan suatu aktivitas yang bisa menimbulkan keringat.

Untuk bisa menentukan waktu keramas yang tepat kita perlu mengetahui kondisi dari rambut itu sendiri.

Jenis Kulit Rambut

Jenis kulit rambut setiap orang ternyata berbeda-beda sehingga butuh waktu keramas yang berbeda juga. Apabila jenis kulit kepala anda termasuk yang sangat berminyak, maka waktu keramas nya membutuhkan waktu yang lebih sering.

Sedangkan jika jenis kulit rambut termasuk normal (tidak cenderung mengeluarkan minyak berlebih) maka waktu keramas nya hanya perlu dua hari sekali atau bahkan bisa 3 kali sehari.

Cara Keramas Yang Benar Agar Tidak Berjerawat & berketombe

Gunakan shampo yang sesuai dengan jenis rambut anda, seperti shampo khusus untuk rambut berminyak, berketombe, berwarna atau keriting.

Pada tahap awal keramas, tentunya kita akan membasahi rambut dahulu dengan air hangat. Dengan menggunakan air hangat saat keramas maka akan membuka kutikula rambut yang mempermudah untuk membuang kotoran nantinya.

Setelah membasahi rambut dengan air hangat (bukan air panas), tuangkan shampo secukupnya ke telapak tangan anda sesuai dengan panjang rambut anda.

Pijat kepala dengan lembut menggunakan jari-jari tangan selama beberapa menit agar minyak dan kotoran bisa cepat terangkat.

Setelah selesai memijat kulit rambut kepala, bilas rambut dengan air biasa hingga bersih.

Selanjutnya kita perlu memperhatikan cara pengeringan yang benar setelah selesai keramas. Jangan menggosok rambut dengan handuk terlalu keras karena itu dapat merusak rambut.

Sebaliknya gunakan hair dryer atau mesin pengering rambut agar bisa lebih cepat kering.

Cara Mengatasi Wajah Breakout Yang Efektif

Bagaimana cara mengatasi breakout pada wajah ketika menggunakan skincare baru ? Jika muncul jerawat pada kulit wajah ketika berganti produk skincare, itu berarti menandakan adanya ketidakcocokan terhadap reaksi kulit di wajah.

Hal ini sudah sangat umum terjadi dalam dunia perawatan kulit, jadi kamu tidak perlu khawatir jika sedang mengalami jerawat pada wajah.

Setidaknya ada beberapa cara mengatasi breakout pada wajah yang bisa kamu coba agar bisa segera mereda.

Cara Mengatasi Wajah Breakout Ketika Mencoba Skincare Baru

1. Identifikasi Penyebab Jerawatmu Dengan Lebih Jelas

Jika tiba-tiba muncul jerawat yang parah pada jerawat terutama setelah pergantian produk skincare, sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah itu memang breakout atau hanya purging ?

Gejala breakout dan purging memang memiliki kemiripan di awal, yaitu sama-sama timbul jerawat pada wajah. Jadi jangan terburu-buru untuk langsung membuang dan mengganti produk skincare yang baru lagi. Karena hal itu hanya akan memboroskan pengeluaran yang tidak perlu.

Purging merupakan proses regenerasi sel kulit mati ke sel kulit baru disertai dengan timbulnya jerawat. Hal ini terjadi sebab kulit wajah akan bereaksi saat mengeluarkan kotoran dan minyak yang dibuang ke permukaan sehingga bisa timbul jerawat.

Baca Juga: Ini Perbedaan Purging & Breakout, Jangan Sampai Salah!

Fase purging secara umum bisa terjadi antara 4 hingga 6 minggu dan setelahnya akan disertai dengan hilangnya jerawat pada wajah. Setelah berhasil melewati fase purging biasanya kondisi kulit wajah akan jauh lebih membaik.

Sedangkan jika setelah lebih dari 6 minggu kondisi kulit wajah masih juga berjerawat dan tidak ada tanda-tanda pemulihan maka bisa dipastikan itu adalah kondisi breakout.

Dalam tahap ini barulah kamu bisa menghentikan produk skincare yang digunakan sekarang dan bisa menggantinya dengan produk yang baru.

2. Kompres Jerawat Dengan Es Batu

Kamu bisa gunakan es batu untuk membantu meredakan jerawat pada wajah akibat breakout. Gunakan es batu yang dibalut dengan kain bersih lalu tempelkan secara perlahan pada kulit wajah yang berjerawat.

Pastikan air yang digunakan untuk membuat es batu bukanlah air kotor yang malah bisa memperparah kondisi jerawat pada wajah. Selain itu pastikan juga kain yang digunakan untuk kompres wajah juga sudah steril dari keberadaan kuman dan bakteri merugikan.

Jangan sampai akibat dari penggunaan kain dan air yang tidak bersih malah bisa menyebabkan jerawat yang lebih parah.

3. Memakai Skincare Secara Bertahap

Cara menggunakan skincare pada kondisi kulit wajah normal dengan kondisi kulit saat berjerawat tentunya tidak sama.

Baca Juga: Kenali Ciri Breakout Pada Wajah

Jangan langsung mengoleskan skincare dalam jumlah banyak saat kondisi berjerawat, tetapi kurangi jumlahnya agar kulit wajah punya kesempatan untuk beradaptasi.

Selain itu kurangi juga frekuensi nya dalam penggunaan produk skincare mu. Misal jika dalam kondisi normal kamu bisa gunakan setiap hari, maka dalam kondisi berjerawat kamu bisa kurangi menjadi 2 kali saja dalam seminggu.

Setelah kondisi membaik, barulah kamu bisa menambah nya menjadi 3 kali seminggu atau lebih secara bertahap.

4. Wajib Menggunakan Pelembab

Supaya breakout tidak semakin parah, gunakan pelembab agar kulit wajah bisa mendapatkan perawatan ekstra. Dengan rutin memberikan pelembab setiap pagi dan malam setiap harinya, kondisi kulit wajah pastinya dapat lebih membaik.

Jenis pelembab yang beredar di pasaran pun ada banyak, karena itu pilihlah pelembab yang sesuai dengan jenis kulit wajah agar tidak menimbulkan minyak berlebih saat melakukan aktivitas.

Gunakan pelembab yang mengandung water based atau aloe vera untuk kulit wajah yang berminyak. Sebaliknya untuk kulit wajah yang cenderung kering dapat menggunakan jenis pelembab yang menggunakan oil based.

5. Memakai Sunblock Untuk Perlindungan Sinar UV

Jangan biarkan kulit pada tubuh mu sampai terkena paparan sinar UV matahari meskipun hanya sebentar. Selalu gunakan sunblock agar kulit bisa mendapatkan lapisan perlindungan ekstra sehingga tidak terkena radiasi sinar matahari yang bisa menyebabkan kerusakan kulit.

Waktu yang tepat untuk menggunakan sunblock yaitu setiap pagi hari dan siang hari, atau bisa juga memakainya kembali apabila dirasa sudah luntur.

Perlu di ingat juga bahwa sunblock akan mudah luntur jika kamu mencuci kulit mu dengan air, sehingga setelah mencuci sebaiknya langsung mengolesinya kembali dengan sunblock.

6. Berpantang Makanan Tertentu

Saat muka sedang breakout, sebaiknya hindari makanan junk food agar jerawat tidak semakin parah. Makanan yang mengandung tinggi lemak biasanya akan mengakibatkan penyumbatan pada pori-pori wajah yang dapat memperburuk jerawat.

Baca Juga: Hindari Makanan Ini Yang Dapat Menyebabkan Peradangan Jerawat

Selain junk food, saat muka sedang breakout sebaiknya juga menghindari asupan makanan dari produk-produk susu. Susu memiliki gizi yang tinggi, namun tidak cocok diminum saat sedang breakout.

Mengkonsumsi susu dapat membuat peradangan dan mempengaruhi hormon tertentu yang berdampak pada tumbuhnya jerawat pada kulit wajah.

Sebagai gantinya agar tubuh tetap mendapatkan asupan yang bergizi selama muka breakout, kamu bisa mulai secara rutin untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap harinya.

Kenapa Wajah Bruntusan Setelah Pakai Skincare?

Skincare saat ini digandrungi tidak hanya oleh wanita namun juga pria. Dengan menggunakan skincare ini kulit jauh lebih baik dan terhindar dari masalah kulit. Masalah kulit bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita sehingga kesadaran untuk memakai skincare ini semakin meningkat.

Sayangnya penggunaan skincare yang salah ini membuat berbagai macam masalah timbul. Selain jerawat masalah yang muncul adalah bruntusan. Bruntusan ini bintik-bintik kecil seperti pasir. Bruntusan ini bisa menyebabkan wajah terlihat tidak mulus, selain itu membuat make up tidak menempel dengan sempurna.

Penyebab Bruntusan Setelah Memakai Skincare

Bruntusan membuat rasa gatal dan perih saat berkeringat. Banyak yang bertanya kenapa wajah bruntusan setelah pakai skincare? Penyebabnya sendiri beraneka ragam seperti berikut ini:

1. Purging

Kenapa wajah bruntusan setelah pakai skincare? Salah satu penyebabnya purging yang merupakan proses pembersihan kulit mati. Purging ini terjadi di fase awal penggunaan skincare. Selain itu bisa disebabkan pergantian skincare yang biasa kamu gunakan ke produk baru. Sel kulit baru ini akan menggantikan ke sel kulit mati.

Baca Juga: Apa itu Purging & Lama Proses Purging

Sel kulit baru yang sehat bisa naik ke permukaan, meski begitu zat lain dan minyak bisa muncul lebih dahulu. Minyak inilah yang berisiko dalam menyumbat pori-pori sehingga muncul bruntusan. Selain bruntusan purging juga bisa menyebabkan jerawat dan berbagai masalah kulit lainnya.

Skincare penyebab purging adalah yang mengandung AHA, asam salisilat, retinoid, retinol, retinyl palmitate. Zat lainnya berupa tazarotene, vitamin C sampai dengan benzoil peroksida juga dipercaya menyebabkan purging.

2. Alergi Kulit

Salah satu penyebab jerawat bruntusan setelah pakai skincare adalah karena alergi kulit. Kondisi ini bisa terjadi akibat paparan zat alergen yang mana berasal dari kandungan bahan aktif atau skincare tertentu misalnya saja adalah zat pewangi atau pengawet.

Baca Juga: Penyebab Bruntusan Yang Paling Sering Dialami

Jika kulit sudah bersentuhan dengan zat alergen ini bisa menyebabkannya kemerahan, bengkak bahkan gatal-gatal. Jika kamu mengalami kulit kering atau wajah bruntusan di area wajah yang jarang ditumbuhi dengan jerawat maka hal ini merupakan reaksi negatif dari produk perawatan kulit yang kamu gunakan.

3. Iritasi Kulit

Penyebab yang terakhir mengalami iritasi kulit. Dalam dunia medis disebut dengan dermatitis kontak iritan. Merupakan reaksi kulit maupun sensasi kulit terbakar, perih, gatal dan juga kemerahan yang mana diakibatkan di area kulit yang diolesi oleh skincare. Penyebab wajah bruntusan setelah pakai skincare ini juga bisa mudah diketahui dimana bisa muncul di lokasi yang jarang atau tidak pernah ditumbuhi oleh jerawat.

Cara Mengatasi Bruntusan Setelah Pakai Skincare

Setelah mengetahui penyebabnya, kamu harus tahu bagaimana cara mengatasi bruntusan setelah pemakaian skin care tersebut seperti berikut ini:

Hentikan Pemakaian

Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi bruntusan setelah pemakaian skincare adalah menghentikan penggunaannya. Bisa jadi karena skincare yang kamu gunakan ini tidak cocok dengan kondisi kulit kamu.

Untuk skincare yang memang memiliki efek purging, kamu bisa terus menggunakannya karena efeknya bisa membaik seiring dengan pemakaiannya. Hal ini berbeda dengan breakout, dimana wajah tidak membaik sama sekali dan terus memburuk.

Konsultasi Masalah Bruntusan

Klik untuk coba konsultasi masalah bruntusan kamu dengan dokter spesialis kulit. Gratis

Hindari Menyentuh dan Memecah Bruntusan

Jangan menyentuh dan memecah bruntusan karena bisa menyebabkannya menjadi infeksi atau meradang. Bahkan jika terus dibiarkan akan menyebabkan jaringan parut pada kemudian hari.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Untuk pemakaian skincare tanpa resep dokter, efek bruntusan ini sangat sering dan mungkin terjadi. Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari bruntusan tersebut adalah dengan berkonsultasi dengan dokter kulit yang tahu dan memahami kondisi kulit kamu.

Kedepannya kamu bisa menggunakan skincare yang memang dikhususkan untuk kulit kamu dan direkomendasikan oleh dokter. Jangan menggunakan skincare yang dijual bebas di pasaran dan membuat kulit kamu bruntusan dan bermasalah.

Cream dari MySkin Untuk Atasi Bruntusan Secara Efektif

Jika bruntusan kamu membandel dan tidak mau segera menghilang kamu bisa menggunakan cream dari mySkin. Dengan bahan retinoic acid, cream ini efektif menghilangkan bruntusan dan berbagai macam masalah kulit kamu. Untuk mendapatkannya, kulit kamu di diagnosa terlebih dahulu sehingga dokter kulit mySkin bisa merekomendasikan cream dengan kandungan yang sesuai dengan kondisi kulit kamu.

Demikianlah beberapa penyebab kenapa wajah bruntusan setelah pakai skincare yang menarik untuk kamu ketahui, dengan menggunakan cream mySkin kamu tidak perlu khawatir dengan bruntusan dan masalah kulit lainnya, hubungi kontak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Penyebab Jerawat di Leher & Cara Mengatasinya

Munculnya jerawat di leher memang dapat menyebabkan rasa percaya diri menurun. Biasanya para remaja yang mengalami pubertas lebih sering mengalaminya dibandingkan orang dewasa.

Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan kalau orang dewasa juga bisa terkena jerawat di leher. Penyebab jerawat di leher bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kebersihan leher dan rambut, atau efek dari konsumsi obat-obatan.

Bentuk jerawat di leher biasanya berupa benjolan keras yang muncul pada bagian permukaan bawah kulit. Benjolan jerawat pada leher ini terkadang bisa menimbulkan rasa sakit, khususnya saat anda mencobanya untuk memencet nya.

Kondisi jerawat pada leher ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, dan berikut ini adalah penjelasannya.

Penyebab Jerawat di Leher

1. Membiarkan keringat terlalu lama

Saat anda melakukan olah raga atau melakukan aktivitas fisik, bagian yang berkeringat tidak hanya pada satu tempat saja.

Salah satunya pada kulit leher yang biasanya orang abaikan begitu saja. Dengan membiarkan keringat yang terlalu lama dan tidak dibersihkan, maka sangat mungkin bisa menyebabkan jerawat pada leher.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bruntusan dengan Cepat

Karena itulah kita perlu membersihkan semua permukaan kulit dari keringat termasuk leher agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan bakteri yang dapat merugikan kesehatan kita.

Saat setelah olah raga sebaiknya jangan lupa untuk mengusap leher dengan handuk pembersih agar tidak tumbuh jerawat. Dan setelah itu jangan lupa untuk menggosok nya dengan sabun pembersih saat sedang mandi agar daki nya bisa segera hilang dari leher.

Baca Juga: Cara Cepat Menghilangkan Bekas Jerawat pada Pria

Jika saat mandi juga tidak dibersihkan dengan sabun maka bekas keringat dan sel-sel kulit mati pada leher akan menumpuk yang nantinya akan membuat jerawat pada leher.

2. Menggunakan Produk Perawatan Rambut Yang Tidak Cocok

Tidak hanya produk skincare, penggunaan produk shampo yang tidak cocok ternyata juga bisa menyebabkan timbulnya jerawat pada leher.

Baik produk skincare maupun penggunaan shampo yang bisa menimbulkan jerawat leher biasanya mengandung bahan kimia yang cukup keras. Sehingga pada akhirnya akan membuat kulit tersumbat dan menimbulkan jerawat pada leher.

3. Memakai Kerah Kemeja Yang Terlalu Ketat

Kerah kemeja yang terlalu ketat dapat membuat kulit leher menjadi teriritasi akibat dari gesekan-gesekan antara kerah dan permukaan kulit.

Tidak hanya sebatas pada pemakaian kerah kemeja saja, penggunaan jaket dengan kerah maupun syal yang kasar juga dapat menyebabkan kulit leher menjadi terluka.

Jika hal ini terus terjadi maka saat iritasi kulit akan memberikan peluang untuk kuman dan bakteri yang masuk dan berkembang biak di area leher.

4. Memakai Kalung atau Perhiasan Pada Leher

Tidak semua orang ternyata bisa cocok untuk memakai perhiasan di leher. Bisa jadi jika jerawat yang timbul di area leher itu disebabkan oleh pemakaian perhiasan yang bisa membuat kulit leher menjadi sensitif.

Pemakaian perhiasan yang menggunakan bahan logam seperti emas, perak, atau logam campuran memang dapat membuat gesekan kulit leher yang akhirnya menjadi terluka.

5. Pakaian yang Tidak Menyerap Keringat

Beberapa pakaian pada umumnya memang memiliki kualitas yang buruk dan tidak aman untuk dipakai karena efeknya bagi kesehatan kulit.

Sebagai tips jika anda sering berkeringat karena cuaca yang panas atau karena aktivitas fisik yang tinggi, sebaiknya gunakan pakaian yang berbahan dasar katun.

Bahan katun selain terasa nyaman ketika dipakai, juga menjadi pilihan terbaik karena kemampuannya untuk menyerap keringat jauh lebih baik dari bahan pakaian lainnya.

Pakaian yang menggunakan bahan katun meskipun sedikit lebih tebal namun tidak akan membuat gerah ketika digunakan.

Cara Mengatasi Jerawat di Leher

1. Gunakan Pakaian yang Longgar

Gunakan pakaian yang longgar terutama pada bagian leher agar bisa mengurangi gesekan yang bisa menyebabkan iritasi jerawat.

Penggunaan pakaian longgar dan menggunakan bahan seperti katun yang bisa menyerap keringat dapat membantu mengurangi risiko terkena jerawat leher.

2. Copot Perhiasan pada Leher

Selama kondisi leher ada jerawatnya, sebaiknya lepaskan dahulu semua perhiasan yang dapat menempel pada leher. Dengan melepaskan semua perhiasan pada leher setidaknya dapat membantu untuk mengurangi terjadi nya gesekan yang dapat memperparah iritasi kulit.

3. Kompres Air Hangat

Dengan menempelkan kompres air hangat pada leher berjerawat, setidaknya dapat menghilangkan rasa gatal yang bisa membuat tangan untuk terus menggaruk.

Mengkompres leher berjerawat dengan air hangat juga dapat membuka pori-pori lebih lebar sehingga bisa mengurangi terjadi nya sumbatan.

Lama waktu nya bisa sekitar lima belas menit-an agar kulit mempunyai waktu yang cukup untuk membuka pori-pori lebih lebar.

Pastikan kain dan handuk nya sudah bersih sehingga bebas dari kontaminasi bakteri dan kotoran yang dapat memperparah jerawat pada leher.

4. Menggunakan Obat Alami

Mengatasi jerawat pada leher juga dapat menggunakan obat alami seperti lidah buaya atau bahan alami lainnya yang memiliki sifat anti inflamasi.

Selain lidah buaya, bahan obat alami lain juga bisa berguna untuk mengatasi jerawat leher seperti minyak lavender, madu, dan sari cuka apel.

Kamu hanya perlu mengoleskan obat alami ini ke permukaan kulit leher secara rutin. Pastikan bahwa saat penggunaannya tidak akan menimbulkan kondisi yang lebih parah.

5. Menggunakan Obat dari Dokter

Untuk kondisi jerawat leher yang sudah parah, sebaiknya segera konsultasi kan langsung dengan dokter spesialis agar bisa mendapatkan obat yang tepat.

Apakah Kulit Bruntusan Boleh di Scrub?

Kulit Bruntusan boleh di scrub atau tidak ? Pertanyaan ini tentunya sering muncul terutama saat seseorang sedang mengalami wajah bruntusan.

Saat muncul jerawat, biasanya tidak sedikit orang yang langsung mencoba berbagai macam cara agar wajah bisa kembali menjadi bersih. Salah satunya yaitu mencoba melakukan scrub pada wajah yang sedang bruntusan. Secara umum kita mengetahui bahwa fungsi scrub itu adalah untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang sulit diangkat.

Namun banyak orang yang menjadi bingung juga terhadap butiran yang ada pada scrub apakah dapat berdampak baik atau berdampak buruk pada kulit berjerawat ?

Lalu jika kita tetap memakai scrub saat bruntusan apakah cara ini benar-benar efektif untuk mengobati jerawat pada wajah ?

Untuk mengetahui lebih jelas kita perlu mengetahui dahulu apa itu sebenarnya scrub.

Pengertian Scrub

Scrub dalam bahasa inggris memiliki arti “membuang” yang dalam dunia perawatan kulit itu artinya produk skincare yang bisa membantu untuk mengelupas kulit.

Produk scrub biasanya memiliki kandungan bahan yang bisa mempercepat pengangkatan sel kulit mati hanya dengan cara pengolesan pada permukaan kulit saja.

Saat di oleskan biasanya akan terasa butiran-butiran seperti pasir yang sebenarnya itu adalah beberapa bahan seperti kulit almond, tepung kernel aprikot, atau butiran lainnya.

Penggunaan scrub secara rutin dapat membuat kulit lebih cerah dan terasa halus karena sel-sel kulit mati telah tergantikan dengan sel kulit yang baru.

Apakah Wajah Bruntusan Boleh di Scrub?

Meskipun bisa menghaluskan dan mencerahkan kulit wajah, namun pada kulit bruntusan ternyata memakai scrub bukanlah cara yang efektif.

Penggunaan scrub saat sedang terkena jerawat bruntusan malah dapat memperparah kondisi kulit wajah. Hal ini dapat terjadi meskipun scrub dapat mengurangi komedo dan bisa membersihkan pori-pori kulit wajah yang tersumbat.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Wajah Bruntusan

Wajah berjerawat yang di scrub tetap tidak akan hilang secara efektif karena cara kerja scrub sebenarnya hanya berefek pada permukaan kulit saja.

Sedangkan bagian dalam kulit akan tetap kotor sebab scrub tidak mampu menembus kebagian dalam pori-pori tempat munculnya jerawat.

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa penggunaan produk scrub pada kulit wajah yang bruntusan sangatlah tidak efektif.

Efek Kulit Bruntusan di Scrub

Apa jadinya jika kita tetap menggunakan scrub saat sedang terkena bruntusan jerawat pada wajah ?

Pastinya kulit wajah yang berjerawat itu akan semakin parah karena butiran kasarnya yang ada pada scrub.

Penggunaan Scrub memiliki efek kulit yang dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi yang bisa membuat lebih banyak lagi jerawat.

Efek kulit bruntusan yang tetap di scrub akan menyebabkan iritasi dan kemerahan sehingga akan membuat breakout pada wajah.

Hal ini tentunya telah banyak dialami oleh pengguna scrub yang sedang terkena jerawat bruntusan. Meskipun demikian ada juga yang tetap memakai scrub meskipun sedang terkena bruntusan karena tidak memiliki efek yang berarti.

Kamu bisa coba sendiri karena banyaknya varian produk scrub yang beredar memiliki efek yang berbeda pula. Namun jika seandainya terjadi peradangan yang bisa membuat jerawat semakin parah, maka segera hentikan pemakaian scrub sampai jerawat bruntusan itu benar-benar hilang dari wajah.

Cara Merawat Wajah Bruntusan Tanpa Scrub

Menggunakan scrub saat sedang bruntusan memang sangat tidak direkomendasikan, karena itu kita perlu membersihkan wajah dengan produk pembersih khusus.

Carilah produk Eksfoliasi yang tidak memiliki kandungan butiran kasar seperti produk scrub agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit berjerawat.

Baca Juga: Perawatan Wajah Untuk Bruntusan

Dengan demikian kamu tetap bisa melakukan proses eksfoliasi seperti biasa agar sel-sel kulit mati bisa cepat berganti ke lapisan kulit yang baru.

Sebagai tips tambahan, pilihlah produk eksfoliator yang mengandung asam salisilat yang bisa mempercepat pengangkatan sel kulit mati.

Asam salisilat juga dapat berfungsi sebagai anti inflamasi atau bisa membantu untuk meredakan peradangan pada kulit wajah yang berjerawat.

Bentuk asam salisilat ini seperti bubuk kristal yang bisa larut ke minyak. Tidak seperti kebanyakan produk scrub, produk eksfoliasi yang mengandung asam salisilat tanpa butiran kasar ini mampu menembus untuk membersihkan pori-pori wajah.

Karena itulah asam salisilat sangat direkomendasikan dalam penggunaan perawatan kulit yang sedang bruntusan ataupun yang sedang berminyak.

Penggunaan Produk Untuk Kulit Berjerawat

Selain asam salisilat, beberapa kandungan yang terbukti ampuh untuk mengatasi kulit bruntusan yaitu benzoyl peroxide, dan gliserin.

Kedua senyawa ini mempunyai manfaat khusus untuk menangani wajah yang sedang berjerawat bruntusan.

Supaya bisa lebih efektif dan lebih cepat dalam menghilangkan bruntusan pada wajah, gunakanlah toner, serum, dan pelembab yang memang khusus untuk mengatasi kulit berjerawat.

Pastikan juga untuk menggunakan moisturizer dan suncreen secara rutin agar kulit bisa tetap terlindungi dari ancaman sinar UV dan radikal bebas.

× Bicara dengan produk spesialis disini!