fbpx

mySkin

Breakout Pada Wajah

Breakout pada wajah memang bisa terjadi akibat berbagai hal yang bisa membuat kulit mengalami iritasi serta munculnya jerawat.

Biasanya breakout dapat terjadi karena penggunaan skincare yang tidak cocok terhadap kulit wajah tertentu. Karena itulah kulit wajah setiap orang memerlukan perawatan yang berbeda-beda.

Ciri-ciri munculnya breakout yang paling umum yaitu kulit wajah menjadi merah dan disertai dengan munculnya banyak jerawat. Cara penanganannya pun berbeda-beda sesuai dengan penyebab dari breakout itu sendiri.

Penyebab Breakout

1. Salah Memilih Produk Skincare

Penyebab breakout yang paling umum yaitu karena penggunaan skincare yang tidak cocok. Mungkin saja teman atau sahabatmu cocok menggunakan skincare tersebut, namun ketika dicoba sendiri ternyata menyebabkan breakout.

Hal ini bisa terjadi karena jenis kulit wajahmu sudah pasti berbeda dengan kulit wajah orang lain.

2. Akibat Memakai Masker

Sejak pandemi covid-19 muncul, semua orang diwajibkan untuk memakai masker wajah agar bisa mengurangi penularan virus tersebut.

Namun banyak orang yang masih belum sadar bahwa penggunaan masker wajah ini ternyata dapat menjadi penyebab munculnya breakout pada wajah.

Baca Juga: Cara Agar Sering Pakai Masker Tidak Jerawatan

Coba anda rasakan sendiri beberapa jam setelah memakai masker apakah permukaan kulit wajah akan terasa lebih berminyak dan lengket ?

Hal ini bisa terjadi terutama pada penggunaan masker kain yang bisa menyebabkan terperangkap nya keringat dan bakteri pada penutup wajah dalam waktu yang lama. Kondisi ini akan membuat bakteri merugikan pada permukaan kulit wajah yang menjadi penyebab munculnya jerawat.

3. Karena Stres

Stes yang tinggi ternyata juga bisa menjadi penyebab utama breakout pada wajah. Jika kulit wajah anda muncul jerawat bisa jadi itu karena akibat dari stres.

Saat seseorang mengalami stres, dalam tubuh nya akan memproduksi hormon stres yang bernama kortisol. Hormon ini mampu mendorong minyak ke permukaan kulit yang nantinya bisa menyumbat pori-pori wajah.

Jika sudah tersumbat tentunya jerawat akan muncul pada wajah yang akhirnya menjadi breakout. Karena itulah anda sebaiknya mulai belajar untuk mengelola stres dengan baik agar tidak menyebabkan breakout dan efek negatif lainnya.

4. Kurang Tidur

Jangan pernah anggap remeh waktu tidur, karena ini sangat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Kurang tidur dapat menyebabkan breakout pada wajah karena produksi hormon kortisol yang meningkat.

Waktu tidur yang cukup untuk orang dewasa pada umumnya membutuhkan sekitar 7 hingga 8 jam setiap harinya. Saat tidur, tubuh kita akan bekerja untuk membuang racun dan membuang sel-sel kulit mati.

Tanpa mendapat waktu tidur yang cukup, tubuh tidak akan bisa melakukan regenerasi kulit sel yang baru dengan sempurna. Karena itulah orang yang selalu mendapat tidur cukup dan teratur setiap harinya dapat memiliki kulit lebih segar dan bercahaya.

5. Kebersihan Tempat Tidur

Selain harus mendapat waktu tidur yang cukup setiap harinya agar kulit bisa terawat dengan baik, kebersihan tempat tidur juga sangat berpengaruh pada kesehatan kulit.

Bersihkan tempat tidur secara berkala agar pada permukaan kasur, guling dan bantal bisa terbebas dari debu dan kuman.

Jika kamu tidak rajin membersihkan tempat tidur maka setiap kotoran yang ada pada wajah akan menumpuk ke tempat tidur yang akan menyebabkan tumbuhnya bakteri di tempat tidur.

Kotoran pada bantal dan guling yang menempel pada kulit wajah akan menyebabkan iritasi dan timbulnya jerawat.

Lama Proses Breakout

Mungkin masih banyak yang mengira kalau kondisi breakout dan purging adalah hal yang sama. Namun pada kenyataannya kedua kondisi tersebut sangatlah berbeda dan bisa anda lihat dari lama prosesnya.

Lama proses purging pada setiap orang bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya dan biasanya berkisar antara 1 bulan hingga 1,5 bulan. Dan setelah melewati fase itu biasanya keadaan kulit akan membaik yang disertai dengan hilangnya jerawat secara bertahap.

Berbeda dari purging, jika anda mengalami breakout maka selama penyebabnya belum dihentikan maka proses breakout bisa terus terjadi.

Jika dalam waktu 1 bulanan kondisi kulit wajah masih belum ada tanda-tanda perbaikan atau justru malah tambah memburuk.

Sudah pasti kulit wajah anda akan mengalami breakout dan untuk menghentikannya bisa dengan mengganti produk skincare ke produk yang baru.

Kandungan Yang Menyebabkan Breakout

Untuk bisa menghindari terjadinya breakout pada wajah tentunya kita harus mengetahui berbagai kandungan yang ada pada produk skincare.

Baca Juga: Kandungan Skincare yang Aman Untuk Ibu Hamil

Saat ingin menggunakan produk skincare, selain melihat merk, tentunya kita juga harus melihat kandungan apa saja yang ada dalam produk tersebut.

Terlebih jika jenis kulit wajahmu termasuk golongan yang berminyak dan sangat sensitif dengan bahan-bahan aktif sehingga nanti bisa menyebabkan jerawat.

Salah satu kandungan yang dapat menyebabkan breakout pada wajah adalah kandungan minyak mineral yang ada pada produk-produk skincare.

Minyak mineral ini dapat menyebabkan pori-pori pada kulit wajah menjadi tersumbat karena sifatnya yang terlalu lembab. Hal ini kemudian akan menyebabkan komedo hingga munculnya jerawat.

Selain kandungan minyak mineral, minyak kelapa yang terkandung pada produk skincare juga bisa menyebabkan tersumbat nya pori-pori wajah.

Produk skincare yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate atau SLS juga bisa membuat kulit wajah menjadi iritasi dan kemudian breakout.

Published by Ardian

Selalu tertarik pada hal-hal yang berbau teknologi dan kesehatan

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Bicara dengan produk spesialis disini!