fbpx

mySkin

Apa Itu Non-Inflamasi dan Inflamasi Jerawat

Jerawat adalah gangguan kulit dimana penderitanya tergolong cukup banyak, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Jerawat dapat terjadi akibat dari produksi sebum atau minyak berlebih, ketika folikel atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat sel kulit mati maupun minyak. Tipe jerawat ada non-inflamasi dan inflamasi jerawat, dengan jenis yang berbeda-beda pula.

Jerawat memiliki beberapa gejala umum seperti papul atau benjolan kecil yang muncul di atas kulit, benjolan berwarna kuning atau kemerahan yang mengandung nanah, rasa gatal pada benjolan, hingga sensasi terbakar akibat peradangan. 

Penyebab Jerawat

Sebelum membahas tipe dan jenis jerawat, ketahui dulu penyebab jerawat selain penyumbatan pada folikel rambut berikut ini:

  • Hormon

Perubahan hormon androgen berlebih juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat, atau perubahan hormon wanita pada saat menstruasi. 

  • Genetik

Faktor genetik atau keturunan juga dapat menjadi salah satu penyebab jerawat. Apabila orangtua memiliki masalah jerawat, tak menutup kemungkinan anaknya juga memiliki masalah yang sama. 

  • Stres

Stres memengaruhi gaya hidup seseorang, tak terkecuali dalam pola makan yang dapat menimbulkan datangnya jerawat. 

  • Make-up Berlebih

Penyebab jerawat lainnya adalah penggunaan make-up berlebihan. Apabila kamu akan mengaplikasikan make-up, gunakan obat jerawat terlebih dahulu dan tak lupa bersihkan sebelum tidur. Bagi pemilik kulit berjerawat, pilih kosmetik yang tidak menyebabkan komedo dan bebas minyak.

Tipe dan Jenis Jerawat

Terdapat beberapa tipe dan jenis jerawat, diantaranya:

1. Non-inflamasi Jerawat

Tipe jerawat yang pertama adalah non-inflamasi jerawat. Tipe jerawat ini juga dikenal sebagai komedo dan terbagi ke dalam dua jenis, yakni whiteheads dan blackheads. Non-inflamasi jerawat terbilang mudah diobati dan tidak menyebabkan pembengkakan. 

  • Whiteheads

Whiteheads atau komedo tertutup terbentuk akibat dari pori-pori yang tersumbat oleh sel kulit mati dan sebum. Bagian atas pori-pori menutup, sehingga komedo ini tampak seperti benjolan kecil yang menonjol dari permukaan kulit. 

  • Blackheads

Blackheads adalah lawan dari whiteheads, dan kerap disebut dengan komedo terbuka. Blackheads juga terbentuk dari pori-pori yang tersumbat oleh sel kulit mati dan sebum, namun perbedaannya adalah bagian atas pori-pori terbuka sehingga terlihat seperti bintik hitam dari luar.

2. Inflamasi Jerawat

Selain karena penyumbatan sel kulit mati dan sebum, jerawat tipe ini juga disebabkan oleh bakteri yang dapat menimbulkan peradangan. Bakteri tersebutlah yang menjadi penyebab jerawat menyakitkan dan cenderung sulit untuk dihilangkan. Inflamasi jerawat ditandai dengan benjolan kemerahan serta bengkak.

Jerawat tipe ini efektif disembuhkan dengan benzoil peroksida, yang dapat membantu mengurangi pembengkakan serta menyingkirkan bakteri pada kulit. Jenis dari jerawat inflamasi antara lain pustula, papula, kistik, dan nodula.

  • Pustula

Pustula atau pustule merupakan benjolan berwarna merah yang berisi nanah atau cairan pada kulit dan memiliki kepala berwarna putih atau kuning. Jerawat yang satu ini diakibatkan oleh pecahnya dinding pada sekitar pori-pori, dan tingkat keparahannya bergantung dari seberapa cepat dan banyak pustula terbentuk.

  • Papula

Papula atau papule juga disebabkan oleh pecahnya atau rusaknya dinding pada sekitar pori-pori dan menyebabkan inflamasi parah. Namun perbedaannya papula tidak berisi nanah, dan pori-pori yang tersumbat akan mengeras apabila disentuh. Warna kulit di sekitar pori-pori umumnya adalah merah muda. 

  • Kistik

Selanjutnya ada jerawat kistik atau cystic acne yang kerap disebut dengan jerawat batu. Jerawat jenis ini termasuk jerawat yang sering terjadi, dan memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis jerawat lainnya. Kistik juga menjadi jenis jerawat paling parah dan dapat meninggalkan bekas.

Jerawat ini terjadi akibat dari pori-pori yang tersumbat tak hanya dari sel kulit mati dan sebum saja, namun juga dari bakteri. Penyumbatannya pun terjadi jauh hingga ke dalam kulit. Umumnya kistik berwarna putih atau merah, dan terasa sakit apabila disentuh. 

  • Nodul

Nodul atau nodule merupakan sebutan bagi jerawat dengan pori-pori tersumbat, menyebabkan iritasi lalu tumbuh semakin besar. Berbeda dengan papula atau pustula, jerawat nodul tumbuh lebih dalam di bawah kulit. Penderita jerawat jenis ini akan kesulitan untuk melakukan pengobatan mandiri, sehingga dibutuhkan obat-obatan tertentu dari dokter baik obat luar maupun oral. 

Bagaimana Pengobatan Jerawat?

Untuk mendapatkan pengobatan jerawat yang tepat, kamu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Umumnya dokter akan meresepkan obat yang mengandung asam salisilat, resorsinol, sulfur, isotretinoin, atau antibiotik, dan obat-obat tersebut penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

Selain obat, terdapat cara lain untuk membantu mengatasi jerawat diantaranya:

  • Mengganti kosmetik dengan kosmetik non-comedogenic karena sifatnya yang tidak menutupi pori-pori kulit
  • Membersihkan peralatan kosmetik secara rutin menggunakan air hangat dan sabun
  • Hindari memegang dan memencet jerawat
  • Menjaga kebersihan tubuh, segera mandi setelah beraktivitas agar minyak berlebih pada wajah dapat hilang
  • Hindari menggosok wajah menggunakan kain apapun yang memiliki permukaan kasar
  • Menjaga kebersihan wajah dengan membersihkan wajah dua kali sehari

Itulah penjelasan mengenai non-inflamasi dan inflamasi jerawat. Rupanya tak hanya hormon yang menyebabkan menstruasi jerawatan, jerawat juga dapat terjadi karena berbagai faktor. Semoga informasi diatas bermanfaat!.

Published by Nirwan

Nirwan is a member of SEO Team at MySkin.

× Bicara dengan produk spesialis