fbpx

Kenapa Makanan Indeks Glikemik Tinggi Bisa Jadi Penyebab Jerawat

Untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit penting untuk memperhatikan apa yang kita makan. Hidup akan lebih berkualitas jika berhati-hati dalam memilih makanan dan juga minuman yang dimakan. Begitu pula bagi yang mendambakan kulit sehat penting untuk menjaga asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Salah satu yang bisa mempengaruhi kesehatan dan kecantikan kulit adalah makanan dengan indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik atau yang biasa disebut dengan IG ini merupakan penentu seberapa cepat gula darah Kamu naik. Banyak yang bertanya kenapa makanan indeks glikemik tinggi penyebab jerawat? Simak penjelasannya dibawah ini:

Makanan Tinggi Glikemik Memicu Hormon Insulin

Salah satu alasan kenapa makanan indeks glikemik tinggi penyebab jerawat adalah mampu memicu hormon insulin. Hormon inilah yang memiliki fungsi dalam mengolah glukosa yang ada di dalam tubuh Kamu. Kenaikan kadar hormon insulin ini juga tidak bagus untuk penderita diabetes karena bisa menyebabkan gula darah menjadi naik secara signifikan. Hormon ini juga tidak bagus untuk kesehatan maupun kecantikan kulit Kamu.

Hormon Insulin Meningkatkan Kelenjar Minyak & Keringat

Hormon insulin ini bisa membuat sel kelenjar minyak dan keringat di wajah menjadi meningkat sehingga hal inilah yang bisa menyebabkan jerawat muncul. Peningkatan kadar insulin di dalam darah ini akan membuat aktivitas kelenjar minyak semakin aktif dimana hal ini memiliki kontribusi dalam membentuk jerawat.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi ini akan mengikat kolagen sehingga mampu merusak sel-sel kulit Kamu. Semakin rendah gula yang Kamu konsumsi akan membuat kulit Kamu semakin baik dan juga sehat. Bagi yang memiliki kulit berminyak sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi. Hal itu karena bisa membuat wajahnya semakin berminyak sehingga hal ini akan menyebabkan jerawat semakin parah dan membandel.

Jika Kamu merasa sudah melakukan perawatan untuk kulit berjerawat Kamu maka cobalah untuk menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi agar jerawat tidak mudah muncul di kulit Kamu.

Memicu Penyumbatan Pori-Pori dan Regenerasi Sel Terganggu

Alasan kenapa makanan indeks glikemik tinggi penyebab jerawat selanjutnya adalah makanan ini bisa menyebabkan pori-pori menjadi tersumbat. Saat hal ini terjadi bisa menyebabkan kulit Kamu menjadi berjerawat. Saat kadar glukosa di dalam tubuh semakin tinggi dan menumpuk produksi minyak di kulit Kamu ini akan semakin kental. Hal inilah yang bisa membuat pori-pori kulit Anda jadi tersumbat. Akibatnya regenerasi kulit Kamu juga menjadi terhambat sehingga bisa memicu masalah kulit yang lainnya seperti kusam dan sebagainya.

Makanan Tinggi Gula Penyebab Peradangan Kulit yang Parah

Yang harus Kamu waspadai jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan maupun minuman tinggi gula dengan indeks glikemik yang tinggi, makanan maupun minuman tersebut akan menyebabkan jerawat meradang parah. Perlu pahami adalah sifat oksidatif gula tersebut menjadi pemicu peradangan kemudian bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Makanan tinggi gula dicampurkan dengan lemak jenuh seperti roti putih, permen, makanan yang digoreng, es krim, soda dan sebagainya ini bahan utamanya adalah gula. Makanan tersebut akan menyebabkan lonjakan insulin yang signifikan kemudian memperburuk peradangan.

Akibatnya adalah lonjakan insulin menyebabkan peningkatan produksi minyak di kulit Kamu. Setelahnya akan menyumbat folikel bahkan warna kulit semakin memburuk. Di dalam tubuh manusia ini juga terjadi pemecahan karbohidrat seperti gula halus dan juga tepung putih yang mana akan bisa berubah menjadi glukosa dengan cepat.

Saat tubuh bereaksi dalam memproduksi insulin untuk melawan kadar glukosa yang meningkat, enzim di kolagen ini akan melalui proses oksidatif. Proses ini akan memicu kulit kehilangan elastisitas dan juga kekencangan sehingga bisa lebih tua dan juga kendur. Selain itu juga akan menyebabkan kulit lebih mudah berjerawat dan rosacea.

Hindari Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi

Untuk menjaga kesehatan dan kulit mulai saat ini hindarilah makanan dan minuman yang mengandung indeks glikemik tinggi.  Makanan dengan kadar glukosa tinggi yang bisa membuat jerawat semakin parah adalah coklat, gula dan olahan susu. Konsumsi coklat ini bisa membuat peradangan akan semakin parah bahkan bisa terjadi pada orang yang suka mengkonsumsi susu coklat.

Konsumsi susu dan juga es krim ini juga nyatanya bisa memicu terjadinya jerawat. Penelitian mengungkapkan bahwa orang yang mengkonsumsi susu maupun es krim dengan bahan dasar susu lebih dari 1 kali per minggunya akan memiliki jerawat yang lebih parah. Terlebih lagi jika  dibandingkan dengan yang kurang dari 1 kali per minggunya.

Susu yang disertai dengan kandungan gula di dalamnya atau dicampurkan menjadi bahan pembuatan es krim akan menyebabkan jerawat. Selain memicu hormon insulin meningkat juga bisa menyebabkan kadar hormon androgen ini bisa memicu terjadinya jerawat.

Kini Kamu sudah tahu alasannya kenapa makanan indeks glikemik tinggi penyebab jerawat, dengan menghindari atau membatasi konsumsi makanan tersebut tubuh dan kondisi kulit Kamu akan semakin sehat.

5 Cara Menjaga Kelembapan Wajah Saat Puasa

Menjaga kelembapan wajah saat puasa ini sangat penting. Saat puasa ini berbagai macam masalah akan muncul dan yang paling terasa adalah kulit yang kasar dan kering. Kurangnya asupan makanan dan minuman ini mempengaruhi kondisi kulit Anda.  Tidak hanya itu saja pola makan yang salah dan jam tidur yang berubah juga sangat berpengaruh terhadap kulit Anda.  Supaya terlihat tetap cantik, fresh, dan bugar di bulan puasa, simak beberapa cara menjaga kelembapan wajah saat puasa seperti berikut ini:

Cukupi Kebutuhan Air Putih

Selama ini khasiat tentang air putih sudah banyak diketahui. Sayangnya masih sedikit yang mencukupi kebutuhan air putih selama puasa ini. Pola dan jam makan yang berubah saat puasa ini dipercaya membuat orang kekurangan cairan sehingga membuat kulit kering, kusam bahkan bersisik.

Agar mendapatkan kulit yang lembab, sehat dan kenyal Anda bisa mencukupi kebutuhan air putih. Anda bisa minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Untuk pembagiannya Anda bisa meminum dua gelas di saat sahur, kemudian dua gelas saat buka puasa. Yang terakhir adalah empat gelas di waktu malam hari. Dengan begitu kebutuhan cairan di dalam tubuh Anda akan tetap terpenuhi.  Di waktu-waktu tersebut usahakan untuk selalu menyediakan air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

Yang tidak disarankan adalah batasi konsumsi minuman yang bisa menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi. Minuman yang bisa menyebabkan dehidrasi adalah yang mengandung kafein tinggi seperti kopi dan teh. Minuman tersebut juga sifatnya adalah diuretik sehingga membuat Anda mudah buang air kecil.

Cukupi Buah dan Sayur, Serta Hindari Gorengan

Cara menjaga kelembapan wajah saat puasa yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah konsumsi buah dan sayur yang cukup.  Apa yang Anda makan ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan Anda namun juga mempengaruhi kecantikan kulit Anda. Jika ingin mendapatkan kulit yang lembab, sehat dan kenyal maka sudah seharusnya menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Selama puasa buah dan sayur ini sangat bagus untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit Anda selama berpuasa. Dalam buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan kulit. Selain itu mengandung air yang mana bisa menjadi tambahan cairan untuk tubuh Anda.

Makanan yang harus Anda hindari adalah gorengan. Makanan yang mengandung minyak ini kurang baik untuk dikonsumsi karena bisa membuat tubuh Anda dehidrasi. Kandungan minyak pada gorengan juga bisa memicu produksi minyak di kulit berlebih Anda sehingga menimbulkan berbagai macam masalah kulit yang lainnya.

Rajin Bersihkan Wajah

Cara yang bisa Anda lakukan adalah rajin membersihkan wajah. Rutin membersihkan wajah ini penting agar kotoran dan minyak yang menempel di wajah bisa terangkat. Gunakan pembersih wajah yang memang cocok untuk kulit Anda. Kenali tipe kulit Anda terlebih dahulu baru Anda bisa menemukan pembersih yang cocok untuk kulit Anda. Yang harus Anda perhatikan adalah jangan terlalu sering membersihkan wajah karena bisa menyebabkan kelembaban wajah menjadi berkurang.

Gunakan Moisturizer

Cara menjaga kelembapan wajah saat puasa yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah gunakan moisturizer pada wajah Anda. Sebelum menggunakannya pastikan jika wajah Anda terbebas dari debu dan kotoran. Tidak hanya perawatan dari dalam saja yang bisa Anda lakukan namun perawatan dari luar ini juga tidak kalah pentingnya.

Hindari Begadang dan Mandi Air Hangat

Begadang akan membuat kondisi kulit Anda selama puasa ini buruk. Selain beresiko terhadap kesehatan juga menyebabkan kulit berjerawat dan lain sebagainya. Tidurlah yang cukup selama puasa ini untuk menjaga kebugaran dan juga kecantikan kulit Anda selama puasa. Selain itu hindari mandi dengan air hangat. Mandi menggunakan air hangat ini memang bisa membuat tubuh Anda rileks namun bisa menyebabkan kulit menjadi kering.

Pentingnya Menjaga Kelembaban Wajah Ketika Puasa

Saat puasa ini wajib untuk menjaga kelembaban wajah agar Anda semakin percaya diri, selalu terlihat segar, fresh dan juga bugar. Wajah ini menjadi bagian tubuh yang pertama kali dilihat orang lain.

Anda tidak ingin terlihat kusut dan kurang bersemangat di depan orang lain bukan? terlebih lagi bagi Anda yang kerjanya harus bertemu dengan orang banyak tentu wajah yang lembab dan terlihat fresh ini bisa mendukung kelancaran kerja Anda. Membiarkan wajah kering terus menerus juga bisa menyebabkan kulit mudah keriput sehingga mempengaruhi kecantikan kulit Anda.

Dengan melakukan cara menjaga kelembapan wajah saat puasa diatas Anda bisa tetap tampil cantik, fresh dan percaya diri, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Jarang Keramas Dapat Sebabkan Jerawat

Selain bisa muncul ketombe pada rambut, jarang keramas ternyata juga dapat menyebabkan munculnya jerawat pada wajah.

Timbulnya jerawat pada wajah sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor seperti penggunaan skincare yang tidak cocok atau memang karena kebiasaan buruk seseorang.

Keringat pada kulit dan rambut yang jika kita biarkan tentunya akan menimbulkan masalah kesehatan kulit seperti timbulnya jerawat.

Untuk mencegah timbulnya jerawat, kita perlu melakukan beberapa perawatan rutin yang bisa dengan mudah dilakukan tanpa perlu menghabiskan biaya tinggi.

Seberapa Sering Kita Harus Keramas ?

Keramas atau cuci rambut merupakan suatu perawatan yang penting agar kesehatan kulit terutama di kepala bisa selalu bersih dan sehat.

Apabila kamu bertanya-tanya berapa kali waktu yang tepat untuk keramas ? Jawabannya bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi rambut maupun aktivitas harian yang dilakukan oleh orang itu sendiri.

Supaya bisa mengetahui dengan pasti berapa kali rambut anda harus keramas, mari kita pelajari dahulu cara kerja shampo ketika digunakan untuk keramas.

Memahami Cara Kerja Shampo Untuk Keramas

Ketika ingin membersihkan rambut, kita tidak bisa membasahi nya hanya dengan air biasa saja. Minyak yang ada pada rambut pastinya masih tetap ada sehingga masih belum bersih meskipun sudah dibilas dengan air yang banyak sekalipun.

Untuk itulah kita membutuhkan kehadiran shampo agar bisa membantu menghilangkan minyak pada rambut dan kulit yang ada di kepala.

Sebaliknya jika kita keramas terlalu sering (saat kondisi rambut sudah bebas minyak), maka yang terjadi adalah rambut akan menjadi kering dan bahkan bisa cepat rontok.

Perlu anda ketahui bahwa rambut di kepala secara alami tetap akan mengeluarkan minyak yang dikenal dengan istilah sebum.

Jika terlalu sering keramas dengan shampo maka minyak alami ini akan selalu terbuang yang menyebabkan kondisi rambut menjadi terlalu kering.

Karena itulah untuk menentukan berapa kali waktu keramas yang tepat dapat kita lihat dari kondisi rambut itu sendiri.

Cara Mengetahui Waktu Keramas yang Tepat

Setiap orang tentunya memiliki jenis dan panjang rambut yang berbeda-beda. Belum lagi aktivitas fisik yang menyebabkan meningkatnya keringat juga berbeda-beda.

Karena itulah waktu keramas setiap orang juga dapat berbeda-beda. Meskipun demikian pada umumnya orang membutuhkan waktu keramas sekitar dua hingga tiga hari sekali.

Pada kondisi tertentu bahkan bisa lebih sering, seperti habis melakukan olahraga atau melakukan suatu aktivitas yang bisa menimbulkan keringat.

Untuk bisa menentukan waktu keramas yang tepat kita perlu mengetahui kondisi dari rambut itu sendiri.

Jenis Kulit Rambut

Jenis kulit rambut setiap orang ternyata berbeda-beda sehingga butuh waktu keramas yang berbeda juga. Apabila jenis kulit kepala anda termasuk yang sangat berminyak, maka waktu keramas nya membutuhkan waktu yang lebih sering.

Sedangkan jika jenis kulit rambut termasuk normal (tidak cenderung mengeluarkan minyak berlebih) maka waktu keramas nya hanya perlu dua hari sekali atau bahkan bisa 3 kali sehari.

Cara Keramas Yang Benar Agar Tidak Berjerawat & berketombe

Gunakan shampo yang sesuai dengan jenis rambut anda, seperti shampo khusus untuk rambut berminyak, berketombe, berwarna atau keriting.

Pada tahap awal keramas, tentunya kita akan membasahi rambut dahulu dengan air hangat. Dengan menggunakan air hangat saat keramas maka akan membuka kutikula rambut yang mempermudah untuk membuang kotoran nantinya.

Setelah membasahi rambut dengan air hangat (bukan air panas), tuangkan shampo secukupnya ke telapak tangan anda sesuai dengan panjang rambut anda.

Pijat kepala dengan lembut menggunakan jari-jari tangan selama beberapa menit agar minyak dan kotoran bisa cepat terangkat.

Setelah selesai memijat kulit rambut kepala, bilas rambut dengan air biasa hingga bersih.

Selanjutnya kita perlu memperhatikan cara pengeringan yang benar setelah selesai keramas. Jangan menggosok rambut dengan handuk terlalu keras karena itu dapat merusak rambut.

Sebaliknya gunakan hair dryer atau mesin pengering rambut agar bisa lebih cepat kering.

Cara Mengatasi Wajah Breakout Yang Efektif

Bagaimana cara mengatasi breakout pada wajah ketika menggunakan skincare baru ? Jika muncul jerawat pada kulit wajah ketika berganti produk skincare, itu berarti menandakan adanya ketidakcocokan terhadap reaksi kulit di wajah.

Hal ini sudah sangat umum terjadi dalam dunia perawatan kulit, jadi kamu tidak perlu khawatir jika sedang mengalami jerawat pada wajah.

Setidaknya ada beberapa cara mengatasi breakout pada wajah yang bisa kamu coba agar bisa segera mereda.

Cara Mengatasi Wajah Breakout Ketika Mencoba Skincare Baru

1. Identifikasi Penyebab Jerawatmu Dengan Lebih Jelas

Jika tiba-tiba muncul jerawat yang parah pada jerawat terutama setelah pergantian produk skincare, sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah itu memang breakout atau hanya purging ?

Gejala breakout dan purging memang memiliki kemiripan di awal, yaitu sama-sama timbul jerawat pada wajah. Jadi jangan terburu-buru untuk langsung membuang dan mengganti produk skincare yang baru lagi. Karena hal itu hanya akan memboroskan pengeluaran yang tidak perlu.

Purging merupakan proses regenerasi sel kulit mati ke sel kulit baru disertai dengan timbulnya jerawat. Hal ini terjadi sebab kulit wajah akan bereaksi saat mengeluarkan kotoran dan minyak yang dibuang ke permukaan sehingga bisa timbul jerawat.

Baca Juga: Ini Perbedaan Purging & Breakout, Jangan Sampai Salah!

Fase purging secara umum bisa terjadi antara 4 hingga 6 minggu dan setelahnya akan disertai dengan hilangnya jerawat pada wajah. Setelah berhasil melewati fase purging biasanya kondisi kulit wajah akan jauh lebih membaik.

Sedangkan jika setelah lebih dari 6 minggu kondisi kulit wajah masih juga berjerawat dan tidak ada tanda-tanda pemulihan maka bisa dipastikan itu adalah kondisi breakout.

Dalam tahap ini barulah kamu bisa menghentikan produk skincare yang digunakan sekarang dan bisa menggantinya dengan produk yang baru.

2. Kompres Jerawat Dengan Es Batu

Kamu bisa gunakan es batu untuk membantu meredakan jerawat pada wajah akibat breakout. Gunakan es batu yang dibalut dengan kain bersih lalu tempelkan secara perlahan pada kulit wajah yang berjerawat.

Pastikan air yang digunakan untuk membuat es batu bukanlah air kotor yang malah bisa memperparah kondisi jerawat pada wajah. Selain itu pastikan juga kain yang digunakan untuk kompres wajah juga sudah steril dari keberadaan kuman dan bakteri merugikan.

Jangan sampai akibat dari penggunaan kain dan air yang tidak bersih malah bisa menyebabkan jerawat yang lebih parah.

3. Memakai Skincare Secara Bertahap

Cara menggunakan skincare pada kondisi kulit wajah normal dengan kondisi kulit saat berjerawat tentunya tidak sama.

Baca Juga: Kenali Ciri Breakout Pada Wajah

Jangan langsung mengoleskan skincare dalam jumlah banyak saat kondisi berjerawat, tetapi kurangi jumlahnya agar kulit wajah punya kesempatan untuk beradaptasi.

Selain itu kurangi juga frekuensi nya dalam penggunaan produk skincare mu. Misal jika dalam kondisi normal kamu bisa gunakan setiap hari, maka dalam kondisi berjerawat kamu bisa kurangi menjadi 2 kali saja dalam seminggu.

Setelah kondisi membaik, barulah kamu bisa menambah nya menjadi 3 kali seminggu atau lebih secara bertahap.

4. Wajib Menggunakan Pelembab

Supaya breakout tidak semakin parah, gunakan pelembab agar kulit wajah bisa mendapatkan perawatan ekstra. Dengan rutin memberikan pelembab setiap pagi dan malam setiap harinya, kondisi kulit wajah pastinya dapat lebih membaik.

Jenis pelembab yang beredar di pasaran pun ada banyak, karena itu pilihlah pelembab yang sesuai dengan jenis kulit wajah agar tidak menimbulkan minyak berlebih saat melakukan aktivitas.

Gunakan pelembab yang mengandung water based atau aloe vera untuk kulit wajah yang berminyak. Sebaliknya untuk kulit wajah yang cenderung kering dapat menggunakan jenis pelembab yang menggunakan oil based.

5. Memakai Sunblock Untuk Perlindungan Sinar UV

Jangan biarkan kulit pada tubuh mu sampai terkena paparan sinar UV matahari meskipun hanya sebentar. Selalu gunakan sunblock agar kulit bisa mendapatkan lapisan perlindungan ekstra sehingga tidak terkena radiasi sinar matahari yang bisa menyebabkan kerusakan kulit.

Waktu yang tepat untuk menggunakan sunblock yaitu setiap pagi hari dan siang hari, atau bisa juga memakainya kembali apabila dirasa sudah luntur.

Perlu di ingat juga bahwa sunblock akan mudah luntur jika kamu mencuci kulit mu dengan air, sehingga setelah mencuci sebaiknya langsung mengolesinya kembali dengan sunblock.

6. Berpantang Makanan Tertentu

Saat muka sedang breakout, sebaiknya hindari makanan junk food agar jerawat tidak semakin parah. Makanan yang mengandung tinggi lemak biasanya akan mengakibatkan penyumbatan pada pori-pori wajah yang dapat memperburuk jerawat.

Baca Juga: Hindari Makanan Ini Yang Dapat Menyebabkan Peradangan Jerawat

Selain junk food, saat muka sedang breakout sebaiknya juga menghindari asupan makanan dari produk-produk susu. Susu memiliki gizi yang tinggi, namun tidak cocok diminum saat sedang breakout.

Mengkonsumsi susu dapat membuat peradangan dan mempengaruhi hormon tertentu yang berdampak pada tumbuhnya jerawat pada kulit wajah.

Sebagai gantinya agar tubuh tetap mendapatkan asupan yang bergizi selama muka breakout, kamu bisa mulai secara rutin untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap harinya.

Kenapa Wajah Bruntusan Setelah Pakai Skincare?

Skincare saat ini digandrungi tidak hanya oleh wanita namun juga pria. Dengan menggunakan skincare ini kulit jauh lebih baik dan terhindar dari masalah kulit. Masalah kulit bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita sehingga kesadaran untuk memakai skincare ini semakin meningkat.

Sayangnya penggunaan skincare yang salah ini membuat berbagai macam masalah timbul. Selain jerawat masalah yang muncul adalah bruntusan. Bruntusan ini bintik-bintik kecil seperti pasir. Bruntusan ini bisa menyebabkan wajah terlihat tidak mulus, selain itu membuat make up tidak menempel dengan sempurna.

Penyebab Bruntusan Setelah Memakai Skincare

Bruntusan membuat rasa gatal dan perih saat berkeringat. Banyak yang bertanya kenapa wajah bruntusan setelah pakai skincare? Penyebabnya sendiri beraneka ragam seperti berikut ini:

1. Purging

Kenapa wajah bruntusan setelah pakai skincare? Salah satu penyebabnya purging yang merupakan proses pembersihan kulit mati. Purging ini terjadi di fase awal penggunaan skincare. Selain itu bisa disebabkan pergantian skincare yang biasa kamu gunakan ke produk baru. Sel kulit baru ini akan menggantikan ke sel kulit mati.

Baca Juga: Apa itu Purging & Lama Proses Purging

Sel kulit baru yang sehat bisa naik ke permukaan, meski begitu zat lain dan minyak bisa muncul lebih dahulu. Minyak inilah yang berisiko dalam menyumbat pori-pori sehingga muncul bruntusan. Selain bruntusan purging juga bisa menyebabkan jerawat dan berbagai masalah kulit lainnya.

Skincare penyebab purging adalah yang mengandung AHA, asam salisilat, retinoid, retinol, retinyl palmitate. Zat lainnya berupa tazarotene, vitamin C sampai dengan benzoil peroksida juga dipercaya menyebabkan purging.

2. Alergi Kulit

Salah satu penyebab jerawat bruntusan setelah pakai skincare adalah karena alergi kulit. Kondisi ini bisa terjadi akibat paparan zat alergen yang mana berasal dari kandungan bahan aktif atau skincare tertentu misalnya saja adalah zat pewangi atau pengawet.

Baca Juga: Penyebab Bruntusan Yang Paling Sering Dialami

Jika kulit sudah bersentuhan dengan zat alergen ini bisa menyebabkannya kemerahan, bengkak bahkan gatal-gatal. Jika kamu mengalami kulit kering atau wajah bruntusan di area wajah yang jarang ditumbuhi dengan jerawat maka hal ini merupakan reaksi negatif dari produk perawatan kulit yang kamu gunakan.

3. Iritasi Kulit

Penyebab yang terakhir mengalami iritasi kulit. Dalam dunia medis disebut dengan dermatitis kontak iritan. Merupakan reaksi kulit maupun sensasi kulit terbakar, perih, gatal dan juga kemerahan yang mana diakibatkan di area kulit yang diolesi oleh skincare. Penyebab wajah bruntusan setelah pakai skincare ini juga bisa mudah diketahui dimana bisa muncul di lokasi yang jarang atau tidak pernah ditumbuhi oleh jerawat.

Cara Mengatasi Bruntusan Setelah Pakai Skincare

Setelah mengetahui penyebabnya, kamu harus tahu bagaimana cara mengatasi bruntusan setelah pemakaian skin care tersebut seperti berikut ini:

Hentikan Pemakaian

Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi bruntusan setelah pemakaian skincare adalah menghentikan penggunaannya. Bisa jadi karena skincare yang kamu gunakan ini tidak cocok dengan kondisi kulit kamu.

Untuk skincare yang memang memiliki efek purging, kamu bisa terus menggunakannya karena efeknya bisa membaik seiring dengan pemakaiannya. Hal ini berbeda dengan breakout, dimana wajah tidak membaik sama sekali dan terus memburuk.

Konsultasi Masalah Bruntusan

Klik untuk coba konsultasi masalah bruntusan kamu dengan dokter spesialis kulit. Gratis

Hindari Menyentuh dan Memecah Bruntusan

Jangan menyentuh dan memecah bruntusan karena bisa menyebabkannya menjadi infeksi atau meradang. Bahkan jika terus dibiarkan akan menyebabkan jaringan parut pada kemudian hari.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Untuk pemakaian skincare tanpa resep dokter, efek bruntusan ini sangat sering dan mungkin terjadi. Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari bruntusan tersebut adalah dengan berkonsultasi dengan dokter kulit yang tahu dan memahami kondisi kulit kamu.

Kedepannya kamu bisa menggunakan skincare yang memang dikhususkan untuk kulit kamu dan direkomendasikan oleh dokter. Jangan menggunakan skincare yang dijual bebas di pasaran dan membuat kulit kamu bruntusan dan bermasalah.

Cream dari MySkin Untuk Atasi Bruntusan Secara Efektif

Jika bruntusan kamu membandel dan tidak mau segera menghilang kamu bisa menggunakan cream dari mySkin. Dengan bahan retinoic acid, cream ini efektif menghilangkan bruntusan dan berbagai macam masalah kulit kamu. Untuk mendapatkannya, kulit kamu di diagnosa terlebih dahulu sehingga dokter kulit mySkin bisa merekomendasikan cream dengan kandungan yang sesuai dengan kondisi kulit kamu.

Demikianlah beberapa penyebab kenapa wajah bruntusan setelah pakai skincare yang menarik untuk kamu ketahui, dengan menggunakan cream mySkin kamu tidak perlu khawatir dengan bruntusan dan masalah kulit lainnya, hubungi kontak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Penyebab Jerawat di Leher & Cara Mengatasinya

Munculnya jerawat di leher memang dapat menyebabkan rasa percaya diri menurun. Biasanya para remaja yang mengalami pubertas lebih sering mengalaminya dibandingkan orang dewasa.

Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan kalau orang dewasa juga bisa terkena jerawat di leher. Penyebab jerawat di leher bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kebersihan leher dan rambut, atau efek dari konsumsi obat-obatan.

Bentuk jerawat di leher biasanya berupa benjolan keras yang muncul pada bagian permukaan bawah kulit. Benjolan jerawat pada leher ini terkadang bisa menimbulkan rasa sakit, khususnya saat anda mencobanya untuk memencet nya.

Kondisi jerawat pada leher ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, dan berikut ini adalah penjelasannya.

Penyebab Jerawat di Leher

1. Membiarkan keringat terlalu lama

Saat anda melakukan olah raga atau melakukan aktivitas fisik, bagian yang berkeringat tidak hanya pada satu tempat saja.

Salah satunya pada kulit leher yang biasanya orang abaikan begitu saja. Dengan membiarkan keringat yang terlalu lama dan tidak dibersihkan, maka sangat mungkin bisa menyebabkan jerawat pada leher.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bruntusan dengan Cepat

Karena itulah kita perlu membersihkan semua permukaan kulit dari keringat termasuk leher agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan bakteri yang dapat merugikan kesehatan kita.

Saat setelah olah raga sebaiknya jangan lupa untuk mengusap leher dengan handuk pembersih agar tidak tumbuh jerawat. Dan setelah itu jangan lupa untuk menggosok nya dengan sabun pembersih saat sedang mandi agar daki nya bisa segera hilang dari leher.

Baca Juga: Cara Cepat Menghilangkan Bekas Jerawat pada Pria

Jika saat mandi juga tidak dibersihkan dengan sabun maka bekas keringat dan sel-sel kulit mati pada leher akan menumpuk yang nantinya akan membuat jerawat pada leher.

2. Menggunakan Produk Perawatan Rambut Yang Tidak Cocok

Tidak hanya produk skincare, penggunaan produk shampo yang tidak cocok ternyata juga bisa menyebabkan timbulnya jerawat pada leher.

Baik produk skincare maupun penggunaan shampo yang bisa menimbulkan jerawat leher biasanya mengandung bahan kimia yang cukup keras. Sehingga pada akhirnya akan membuat kulit tersumbat dan menimbulkan jerawat pada leher.

3. Memakai Kerah Kemeja Yang Terlalu Ketat

Kerah kemeja yang terlalu ketat dapat membuat kulit leher menjadi teriritasi akibat dari gesekan-gesekan antara kerah dan permukaan kulit.

Tidak hanya sebatas pada pemakaian kerah kemeja saja, penggunaan jaket dengan kerah maupun syal yang kasar juga dapat menyebabkan kulit leher menjadi terluka.

Jika hal ini terus terjadi maka saat iritasi kulit akan memberikan peluang untuk kuman dan bakteri yang masuk dan berkembang biak di area leher.

4. Memakai Kalung atau Perhiasan Pada Leher

Tidak semua orang ternyata bisa cocok untuk memakai perhiasan di leher. Bisa jadi jika jerawat yang timbul di area leher itu disebabkan oleh pemakaian perhiasan yang bisa membuat kulit leher menjadi sensitif.

Pemakaian perhiasan yang menggunakan bahan logam seperti emas, perak, atau logam campuran memang dapat membuat gesekan kulit leher yang akhirnya menjadi terluka.

5. Pakaian yang Tidak Menyerap Keringat

Beberapa pakaian pada umumnya memang memiliki kualitas yang buruk dan tidak aman untuk dipakai karena efeknya bagi kesehatan kulit.

Sebagai tips jika anda sering berkeringat karena cuaca yang panas atau karena aktivitas fisik yang tinggi, sebaiknya gunakan pakaian yang berbahan dasar katun.

Bahan katun selain terasa nyaman ketika dipakai, juga menjadi pilihan terbaik karena kemampuannya untuk menyerap keringat jauh lebih baik dari bahan pakaian lainnya.

Pakaian yang menggunakan bahan katun meskipun sedikit lebih tebal namun tidak akan membuat gerah ketika digunakan.

Cara Mengatasi Jerawat di Leher

1. Gunakan Pakaian yang Longgar

Gunakan pakaian yang longgar terutama pada bagian leher agar bisa mengurangi gesekan yang bisa menyebabkan iritasi jerawat.

Penggunaan pakaian longgar dan menggunakan bahan seperti katun yang bisa menyerap keringat dapat membantu mengurangi risiko terkena jerawat leher.

2. Copot Perhiasan pada Leher

Selama kondisi leher ada jerawatnya, sebaiknya lepaskan dahulu semua perhiasan yang dapat menempel pada leher. Dengan melepaskan semua perhiasan pada leher setidaknya dapat membantu untuk mengurangi terjadi nya gesekan yang dapat memperparah iritasi kulit.

3. Kompres Air Hangat

Dengan menempelkan kompres air hangat pada leher berjerawat, setidaknya dapat menghilangkan rasa gatal yang bisa membuat tangan untuk terus menggaruk.

Mengkompres leher berjerawat dengan air hangat juga dapat membuka pori-pori lebih lebar sehingga bisa mengurangi terjadi nya sumbatan.

Lama waktu nya bisa sekitar lima belas menit-an agar kulit mempunyai waktu yang cukup untuk membuka pori-pori lebih lebar.

Pastikan kain dan handuk nya sudah bersih sehingga bebas dari kontaminasi bakteri dan kotoran yang dapat memperparah jerawat pada leher.

4. Menggunakan Obat Alami

Mengatasi jerawat pada leher juga dapat menggunakan obat alami seperti lidah buaya atau bahan alami lainnya yang memiliki sifat anti inflamasi.

Selain lidah buaya, bahan obat alami lain juga bisa berguna untuk mengatasi jerawat leher seperti minyak lavender, madu, dan sari cuka apel.

Kamu hanya perlu mengoleskan obat alami ini ke permukaan kulit leher secara rutin. Pastikan bahwa saat penggunaannya tidak akan menimbulkan kondisi yang lebih parah.

5. Menggunakan Obat dari Dokter

Untuk kondisi jerawat leher yang sudah parah, sebaiknya segera konsultasi kan langsung dengan dokter spesialis agar bisa mendapatkan obat yang tepat.

× Bicara dengan produk spesialis